Senin, 19 Januari 2015

renungan terbaru



13 januari
Seandainya semua makhluk mengetahui spt Aku (Tathagata) mengetahui manfaat berdana, mereka tdk akan menikmati semua yg mereka miliki tanpa membaginya dg makhluk lain (yg membutuhkan), jg tdk akan membiarkan noda kekikiran mengoda dan menetap di dlm batinnya.
Bahkan jika apa yg mereka miliki merupakan sedikit makanan terakhir yg dipunyai, mereka tdk akan menikmati tanpa membaginya (berdana), seandainya ada makhluk lain yg layak mendptkannya.
 11 januari
Terhadap ajaran2 yg kau anggap, "Ajaran2 ini tdk membimbing ke arah pelenyapan (nafsu keinginan). ketenangan, ketenteraman, pengetahuan yg lbh tinggi, kesadaran, ataupun Nibbana," engkau dpt memastikan bahwa ajaran2 tsb bukanlah Dhamma, ajaran Sang Guru.
thd ajaran2 yg kau anggap, "Ajaran2 ini membimbing ke arah pelenyapan (nafsu keinginan), ketenangan, ketenteraman, pengetahuan yg lbh tinggi, kesadaran, ataupun Nibbana," engkau dpt memastikan bahwa ajaran2 tsb adalah Dhamma, ajaran Sang Guru.

10 januari
Pastilah sdh bahwa segumpal tanah,
bila dilemparkan ke langit, akan jatuh kembali ke bumi.
Demikian pula ajaran dr Buddha nan tak tertandingi,
selalu pasti dan dpt dipercaya.
Pastilah sdh bahwa matahari akan terbit,
ketika kegelapan malam berangsur-angsur lenyap.
Demikian pula ajaran dr Buddha nan tak tertandingi,
selalu pasti dan dpt dipercaya.
9 januari
Aku akan mengajarkan kpdmu Jalan Tengah Beruas Delapan. Aku akan membabarkannya utkmu. Dengarkanlah baik2 dan Aku akan berbicara. Dan, apakah Jalan Tengah Beruas Delapan itu? Jalan Tengah Beruas Delapan adl Pandangan Benar, Pikiran Benar< Ucapan Benar, Perbuatan Benar, Mata Pencaharian Benar, Daya Upaya Benar, Perhatian Benar, dan Konsentrasi Benar.
Pandangan Benar itu? Pandangan Benar adl pemahaman tentang penderitaan, penyebab penderitaan, lenyapnya penderitaan,
dan jalan utk menlenyapkan penderitaan.

Dan apakah Pikiran Benar itu? Pikiran Benar adl pikiran yg bebas )dr kekotoran batin), pikiran ttgb cinta kasih, dan pikiran yg suka menolong makhluk lain.

Dan apakah Ucapan Benar itu? Ucapan Benar adl ucapan yg bebas dr kebohongan, fitnah, caci maki, ataupun omong kosong yg tdk bermanfaat.

Dan apakah Perbuatan Benar itu? Perbuatan Benar adl perbuatan menghindari pembunuhan, pencurian, dan penyalahgunaan perbuatan seksual.

Dan apakah Mata Pencaharian Benar itu? Sehubungan dg hal ini, seorang umat Buddha hrs melepaskan mata pencaharian yg merugikan maklhluk lain, dan menggantikannya dg yg baik.

Dan apakah Daya Upaya Benar itu? Sehubungan dg hal ini, seorang umat Buddha hrs membangkitkan hasrat utk berusaha, berjuang mengarahkan pikirannya dlm mencegah timbuknya keinginan tdk baik yg blm muncul, melenyapkan keinginan tdk baik yg tlh ada, membangkitkan kringinan baik yg blm muncul dan akhirnya, ia hrs membangkitkan hasrat utk berusaha, berjuang mengarahkan pikirannya utk menjaga kelangsungan, menggabungkan, menumbuhkan, mengembangkan, dan memenuhi keinginan baik yg sdh ada.

Dan apakah Pehatian Benar itu? Sehubungan dg hal ini, seorang umat Buddha hrs melakukan perenungan utk memperhatikan dg sungguh2 badan jasmani, perasan, pikiran, dan kesdarannya, shg dpt mengendalikan diri thd godaan nafsu keinginan duniawi.

Dan yg terakhir, apakah Konsentrasi Benar itu? Sehubungan dg hal ini, seorang umat Buddha hrs berlatih meditasi agar dpt mencapai empat jhana.

8 januari
Selama matahari dan bulan tdk muncul, tak akan ada kilauan sinar terang, tak ada pancaran cahaya, hanya ada kegelapan dan ketaktampakan. Tak ada siang atau malam, tak ada pula bulan, pertengahan bulan taupun musim yg bisa dibedakan. Tetapi bila matahari dan bulan tlh muncul, terbitlah kilauan sinar terang, pancaran cahaya.
Kegelapan dan ketaktampakan pun lenyap sudah. Siang, malam, bulan, pertengahan bulan, dan musim pun dpt dibedakan kembali.

Demikian pula halnya, slm Sang Tathagata, Buddha yg mahamulia, Buddha yg tlh mencapai Penerangan Sempurna, tdk muncul, tak akan ada kilauan sinar terang, tak ada pancaran cahaya, hanya ada kegelapan dan ketaktampakan. Tak akan ada pembabaran, ajaran, penjelasan, pernyataan, pembukaan tabir (ketidaktahuan), analisis, dan penerangan akan Empat Kebenaran Mulia. Tetapi jika Sang Tathagata, Buddha yg mahamulia, Buddha yg tlh mencapai Penerangan Sempurna, tlh muncul, tampaklah kilauan sinar terang, pancaran cahaya. Kegelapan dan ketaktampakan pun lenyaplah sudah. Muncullah pembabaran, ajaran, penjelasan, pernyataan, pembukaan tabir (ketidaktahuan), analisis, dan penerangan akan Empat Kebenaran Mulia.
7 januari
Ke gunung, hutan, dan semak2 yg dianggap suci,
atau ke pohon2 serta tempat2 yg dikeramatkan,
ke sanalah orang2 pergi kr dicengkeram oleh ketakutan.
Ttp tempat2 itu bukanlah perlindungan yg aman,
bukan pula perlindungan yg terbaik.
Bukan kr pergi ke sana,
orang akan terbebas dr penderitaan.
siapa pun yg menyatakan berlindung
pd Buddha, Dhamma, dan Sangha,
akan mengerti dg bijaksana

Empat Kebenaran Mulia:
Penderitaan, penyebab penderitaan, lenyapnya penderitaan,
dan Jalan Tengah Beruas Delapan
yg membawa kpd lenyapnya penderitaan.

Dan inilah sebuah perlindungan yg aman,
perlindungan yg terbaik.
Dg berlindung di sini,
orang akan terbebas dr semua penderitaan

Selasa, 13 Januari 2015

renungan buddhist



16 januari
Siapa pun yg melaksanakan Dhamma, selayaknya tdk meminum minuman keras ataupun menganjurkan orang lain utk melakukannya,karena mengetahui bahwa hal itu mengakibatkan emahnya kesadaran, yg disebabkan oleh kondisi mabuk.
Orang bodoh melakukan perbuatan buruk, dan ju menyebabkan orang lain menjadi lalai.
Oleh kr itu, hindarilah akar kejahatan ini, kr perbuatan bodoh hanya disenangi oleh orang bodoh.
Jika seorang bodoh sedang duduk di sebuah gedung pertemuan, di jalan raya atau di persimpangan jalan, dan orang2 membicarakannya, dan jika ia tdk melaksanakan pancasila, ia seharusnya berpikir, "Orang2 ini membicarakan aku kr aku telah melanggar sila." Inilah penderitaan dan kesedihan pertama yg dialami oleh orang bodah itu di sini dan sekarang. bersambung ke komentar....

Kemudian, orang bodoh tsb melihat raja menangkap seorang pencuri atau pembuat kesalahan dan menghukumnya. Begitu melihat kejadian tsb, orang bodoh itu akan berpikir, "Raja sdg menghukum pembuat kesalahan. Sekarang aku jg tlh berbuat kesalahan, maka jika raja mengetahui apa yg tlh kulakukan, ia pasti akan menghukumku juga." Ini adalah penderitaan dan kesedihan kedua yg dialami oleh orang bodoh itu di sini dan sekarang.
Selanjutnya, ketika orang bodoh itu sedang duduk di kursi atau berbaring di tempat tidur atau di lantai, perbuatan2 buruk yg telah dilakukannya dg badan jasmani, ucapan, maupun pikiran akan datang dan menetap padanya bagaikan bayang2 dr puncak gunung yg tinggi yg datang dan menetap di tanah. Pd saat itu, orang bodoh itu berpikir, "Oh sesungguhnya, aku blm pernah melakukan hal yg terpuji, hal yg bermanfaat. Sebaliknya, aku tlh melakukan hal2 yg seharusnya kutakuti. Hanya ada 1 tempat bagi mereka yg tdk pernah berbuat kebajikan, hanya melakukan hal2 yg tercela, ke sanalah aku akan pergi." Dan ia akan berduka, bersedih hati, meratapp, memukul dadanya, menangis, dan sangat kecewa. Inilah penderitaan dan kesedihan ketiga yg dialami oleh orang bodoh itu di sini dan sekarang.


Ada 10 perbuatan yg membuahkan 10 hal yg diinginkan, disukai, mempesona, sukar didpt di dunia ini. Apakah 10 perbuatan itu? Bekerja keras membuahkan kekayaan. Perhiasan dan dandanan membuahkan keindahan. Melakukan segala sesuatu dg teratur membuahkan kesehatan. bersambung ke komentar

Bersahabat dg para bijaksana membuahkan kebajikan. Mengendalikan nafsu (rendah) membuahkan kehidupan suci. Tdk berselisih membuahkan persahabatan. Sering mengulang pelajaran membuahkan pengetahuan yg mendalam. Sering mendengarkan (ajaran) dan menanyakan (yg tdk dimengerti) membuahkan kebijaksanaan. Banyak belajar dan ujian membuahkan kemampuan mengajar. Dan hidup sesuai dg Dhamma membuahkan kelahiran kembali di alam yg membahagiakan.



17 januari
Ada 4 macam manusia di dunia ini. Siapa sajakah mereka? Orang yg tdk menaruh perhatian baik terhaapd kebaikan sendiri maupun orang lain, orang yg menaruh perhatian terhadap kebaikan orang lain, tetapi tdk terhadap kebaikan sendiri, orang yg menaruh perhatian terhadap kebaikan sendiri, tetapi tdk terhadap kebaikan orang lain, orang yg menaruh perhatian terhadap kebaikan sendiri dan juga kebaikan orang lain.

Seperti sebatang tongkat yg berasal dr tumpukan kayu bakar, terbakar kedua ujungnya dan dilumuri dg kotoran hewan di tengahnya, sehingga tak dpt digunakan sbg kayu bakar di desa ataupun sbg kayu penyanggah di hutan, demikianlah Aku (Tathagata) samakan dg orang yg tdk menaruh perhatian baik terhadap kebaikan sendiri maupun orang lain.

Seorang yg menaruh perhatian terhadap kebaikan orang lain tapi tidak terhadap kebaikan sendiri adalah lbh mulia dan lbh berharga dibandingkan dg orang yg pertama.

Seorang yg menaruh perhatian terhadap kebaikan sendiri tapi tdk terhadapan kebaikan orang lain adalah masih lbh mulia dan lbh berharga dibandingkan dg orang yg kedua.

Dan seseorang yg menaruh perhatian terhadap kebaikan sendiri dan juga kebaikan orang lain adalah, dr ke 4 macam manusia tadi, yg menjadi pemimpin, yg terbaik, terunggul, tertinggi, dan paling sempurna. Seperti dr sapi diperah susunya, dr susu dibuatlah kepala susu, dr kepala susu dibuatlah mentega, dr mentega dibuatlah mentega saringan, dan dr mentega saringan dibuatlah sari mentega, maka dikatakan bahwa sari mentega adalah yg termurni. Demikian pula, seseorang yg menaruh perhatian terhadap kebaikan sendiri dan juga kebaikan orang lain adalah, dr ke 4 macam manusia tsb, yg menjadi pemimpin, yg terbaik, terunggl, tertinggi, dan paling sempurna.

18 januari
Seseorang yg bijaksana dan taat,
selalu ramah dan pandai,
rendah hati dan tdk sombong,
orang yg demikian akan selalu dihormati.
Bangun pagi2 dan menjauhi kemalasan,
tetap terkendali dlm perselisihan,
tak tercela tingkah lakunya dan pandai membawa diri,
orang yg demikian akan selalu dihormati.
bersahabat dan setia kawan,
mau menerima orang lain dan berbagi dg mereka,
seorang pembimbing, penasihat, dan sahabat sejati,
orang yg demikian akan selalu dihormati.

Mrah hati dan ramah tamah dalam ucapan,
melakukan kebajikan bagi orang lain,
dan tdk membeda-bedakan mereka,
orang yg demikian akan selalu dihormati.

19 januari
Ada 4 macam kebahagiaan yg dpt dimiliki oleh seorang perumah tangga yg menikmti kegembiraan setiap saat dan bila ada kesempatan. Apakah keempat hal itu? Keempatan hal itu adalah kebahagiaan kr memiliki, kebahagiaan kr kekayaan, kebahagiaan kr tdk berhutang, dan kebahagiaan kr mtdk berbuat salah.
apakah yg dimaksud dg kebahagiaan kr memiliki? Tentang hal ini, seorang perumah tangga memiliki kekayaan yg diperoleh dg kerja keras, dg kekuatan tangan dan cucuran keringat, serta secara halal. Bila ia berpikir ttg hal ini, ia akan merasa puas dan bahagia.

Dan apakah yg dimaksud dg kebahagiaan kr kekayaan? Tentang hal ini, seorang perumah tangga memiliki kekayaan yg didptinya secara halal, dan dg kekayaan itu, ia banyak ,elakukan kebajikan. Bila ia berpikir ttg hal ini, ia akan merasa puas dan bahagia.

Dan apakah yg dimaksud dg kebahagiaan kr tdk berhutang? Tentang hal ini, seorang perumah tangga tdk mempunyai hutang, baik besar maupun kecil kpd siapa pun. Bila ia berpikir ttg hal ini, ia akan merasa puas dan bahagia.

Dan apakah yg dimaksud dg kebahagiaan krm tdk berbuat salah? Tentang hal ini, seorang siswa utama akan diberkahi kr perbuatan benar yg dilakukannya dg badan jasmani, ucapan, dan pikiran. Bila ia berpikir ttg hal ini, ia akan merasa puas dan bahagia.

20 januari
Keserakahan mudah disadari tapi lambat dilenyapkan. Kebencian sukar disadari tapi cepat dilenyapkan. Kegelapan batin sukar disadari dan lambat dilenyapkan.

21 januari
Pelaksanaan Dhamma yg bgmnkah yg membawa ke arah kebajikan? Tentang hal ini, seorang siswa utama akan berpedoman, "Inilah aku, yg mencintai kehidupan, tdk menginginkan kematian, mencintai kegembiraan, dan menolak penderitaan. Jk seseorang ingin membunuhku, aku tdk menghendaki hal itu.

Demikian pula, jk aku hrs membunuh orang lain, mereka tdk menghendaki hal itu. Kr apa yg tdk kusukai pasti jg tdk disukai oleh orang lain, mungkinkah aku menyusahi orang lain dg melakukan hal itu?" Dg berpedoman demikian, seseorang akan terbebas dr pembunuhan, mendorong orang lain utk tdk melakukannya, dan memuji mereka yg tdk melakukannya.

Selanjutnya, seorang siswa utama akan bepedoman, "Jk seseorang mencuri milikku, aku tdk menghendaki hal itu. Demikian pula, jk aku mencuri milik orang lain, mereka tdk menghendaki hal itu. Krn apa yg tdk kusukai pasti jg tdk disukai oleh orang lain, mungkinkah aku menyusahkan orang lain dg melakukan hal itu?" Dg berpedoman demikian, seseorang akan terbebas dr pencurian, mendorong orang lain utk tdk melakukannya, dan memuji mereka yg tdk melakukannya.
Selanjutnya, seorang siswa utama akan bepedoman, "Jk seseorang menyeleweng dg pasangan hidupku, aku tdk menghendaki hal itu. Demikian pula, jk aku menyeleweng dg pasangan hidup orang lain, mereka tdk menghendaki hal itu. Krn apa yg tdk kusukai pasti jg tdk disukai oleh orang lain, mungkinkah aku menyusahkan orang lain dg melakukan hal itu?" Dg berpedoman demikian, seseorang akan terbebas dr keinginan yg salah, mendorong orang lain utk tdk melakukannya, dan memuji mereka yg tdk melakukannya.

Selanjutnya, seorang siswa utama akan bepedoman, "Jk seseorang ingin menjatuhkan aku dg kebohongan, aku tdk menghendaki hal itu. Demikian pula, jk aku menjatuhkan orang lain dg kebohongan, mereka tdk menghendaki hal itu. Krn apa yg tdk kusukai pasti jg tdk disukai oleh orang lain, mungkinkah aku menyusahkan orang lain dg melakukan hal itu?" Dg berpedoman demikian, seseorang akan terbebas dr kebohongan, mendorong orang lain utk tdk melakukannya, dan memuji mereka yg tdk melakukannya.

Lbh jauh lg, seorang siswa utama akan berpedoman, "Jk seseorang ingin memisahkan aku dr sahabat2ku dg fitnah, ucapan kasar ataupun omong kosong tentang aku, aku tdk menghendaki hal itu. Demikian pula, jk aku melakukannya thd orang lain, mereka tdk menghendaki hal itu. Krn apa yg tdk kusukai pasti jg tdk disukai oleh orang lain, mungkinkah aku menyusahkan orang lain dg melakukan hal itu?" Dg berpedoman demikian, seseorang akan terbebas dr fitnah, ucapan kasar, dan omong kosong, mendorong orang lain utk tdk melakukannya, dan memuji mereka yg tdk melakukannya.

 22 januari
Mahali bertanya kpd Sang Guru, "Bhante, apakah alasannya, apakah penyebab utama seseorang melakukan perbuatan buruk?"
"Keserakahan, kebencian, kegelapan batin, tdk bersimpati, dan pikiran yg diarahkan secara salah...... inilah alasan2, inilah penyebab utama seseorang melakukan perbuatan buruk."
"Kemudian Bhante, apakah alasannya, apakah penyebab utama seseorang melakukan perbuatan baik?"
"Kemurahan hati, cinta kasih, kebijaksanaan, simpati, pikiran yg diarahkan dg benar - inilah alasan2, inilah penyebab utama seseorang melakukan perbuatan baik."

 22 januari
Seandainya semua makhluk mengetahui spt Aku (Tathagata) mengetahui manfaat berdana, mereka tdk akan menikmati semua yg mereka miliki tanpa membaginya dg makhluk lain (yg membutuhkan), jg tdk akan membiarkan noda kekikiran mengoda dan menetap di dlm batinnya.

jika apa yg mereka miliki merupakan sedikit makanan terakhir yg dipunyai, mereka tdk akan menikmati tanpa membaginya (berdana), seandainya ada makhluk lain yg layak mendptkannya.